Bahaya Bulimia Nervosa dan Cara Mencegahnya

Description

Di media sosial belakangan ini, sering terdengar pemberitaan mengenai eating disorder atau gangguan makan. Gangguan makan ada beberapa jenis seperti bulimia nervosa, anorexia nervosa, dan binge eating disorder. Namun seringkali gambaran media tentang gangguan makan cenderung tidak lengkap dan malah bisa menimbulkan salah persepsi. Contohnya: gangguan makan hanya dapat dialami oleh wanita, bentuk tubuh semua penderita gangguan makan adalah kurus yang berlebih, dan cara untuk mengatasi gangguan makan adalah dengan berhenti diet atau dengan menambah porsi makan seseorang. 

Padahal gejala dan bentuk tubuh orang-orang yang mengalami bulimia nervosa dan anorexia nervosa bisa berbeda-beda, lho. Gangguan makan pun dapat terjadi kepada siapapun dari semua jenis kelamin, umur, dan latar belakang. Memahami jenis-jenis dan gejala dari gangguan makan adalah langkah pertama untuk dapat membantu orang lain dan diri kita sendiri bila kita merasa mengalaminya. Dalam kesempatan ini, KALM akan secara khusus membahas mengenai bulimia nervosa.

Definisi Bulimia Nervosa

Jadi, apakah itu bulimia nervosa? Bulimia nervosa adalah gangguan pola makan yang ditandai dengan adanya binge eating episode atau episode makan secara berlebih dalam waktu yang singkat (kurang lebih 2 jam) yang diikuti dengan perasaan bersalah penderita. Penderita pun merasa perlu mengatasi perasaan bersalah tersebut dengan melakukan compensatory behaviour, yaitu perilaku yang dianggap mengkompensasi cara makan secara berlebihan. Siklus ini biasanya terjadi seminggu sekali selama 3 bulan berturut-turut. Salah satu bentuk dari perilaku kompensasi adalah memuntahkan kembali makanan yang sudah dikonsumsi yang juga disebut sebagai perilaku pembersihan atau purging. Cara-cara lain yang sering dilakukan oleh lebih dari 75% orang dengan bulimia nervosa adalah puasa, olahraga yang berlebihan, penggunaan laksatif, enema, diuretik, dan obat pencahar yang dapat dapat merangsang seorang penderita bulimia untuk memuntahkan makanan yang telah ia makan. 

Penderita bulimia pada umumnya mempunyai berat badan dalam kisaran normal, berbeda dengan penderita anorexia yang biasanya mempunyai berat badan di bawah rata-rata. Gejala lain dari penderita bulimia adalah berat badan yang fluktuatif, suka makan secara diam-diam, sering menghindari makan bersama orang lain, penggunaan kamar kecil yang sering sehabis makan, gejala menstruasi tidak teratur, dan pikiran yang terfokus kepada makanan, berat badan, dan citra tubuh. 

Berbagai Faktor Penyebab Bulimia Nervosa

Setelah tahu apa itu gangguan makan bulimia, kita perlu tahu, apa saja sih hal-hal yang bisa menjadi pemicu seseorang mengalami bulimia nervosa? Berikut beberapa faktor yang bisa memicu seseorang untuk mengalami gangguan makan.

  1. Faktor sosio-kultural

Tekanan yang berlebihan pada wanita atau pria muda untuk mencapai standar tubuh ideal yang tidak realistis.

  1. Faktor psikologis

a. Diet yang kaku atau sangat membatasi dapat mengakibatkan berkurangnya kontrol yang diikuti dengan pelanggaran diet dan menghasilkan makan berlebihan yang bersifat bulimik.

b. Ketidakpuasan pada tubuh memicu seseorang untuk melakukan cara-cara yang tidak sehat untuk mencapai berat badan yang diinginkan.

c. Merasa kurang memiliki kontrol atas berbagai aspek kehidupan lainnya selain mengontrol diet.

d. Kesulitan berpisah dari keluarga dan membangun identitas individual.

e. Kebutuhan psikologis untuk kesempurnaan dan kecenderungan untuk berpikir secara dikotomis/hitam-putih.

  1. Faktor Keluarga 

a. Keluarga dari penderita gangguan makan seringkali memiliki karakteristik yang sama yaitu adanya konflik, kurang kedekatan dan pengasuhan, serta gagal dalam membangun kemandirian dan otonomi pada diri anak perempuan mereka.

b. Dari perspektif sistem keluarga, gangguan makan pada anak perempuan dapat seolah-olah memberi keseimbangan pada keluarga yang disfungsional dengan mengalihkan perhatian dari masalah keluarga ataupun masalah pernikahan. 

  1. Faktor Biologis 

a. Ketidakseimbangan yang mungkin terjadi pada sistem neurotransmiter di otak yang mengatur mood dan nafsu makan.

b. Kemungkinan pengaruh genetis

Efek Negatif Bulimia Nervosa Pada Tubuh

Gangguan bulimia seringkali disertai dengan berbagai jenis gangguan mental yang lain, seperti depresi, gangguan kecemasan, gangguan kepribadian, dan gangguan lainnya. Tidak hanya itu, gangguan bulimia juga akan mempengaruhi penderitanya secara fisik seperti adanya, 

  1. Pembengkakan dan rasa nyeri pada kelenjar ludah di pipi 

  2. Jaringan parut di buku jari tangan yang digunakan untuk merangsang muntah 

  3. Pengikisan email gigi akibat bulimia yang sering muntah dan mengeluarkan asam lambung 

  4. Kadar kalium yang rendah dalam darah.

  5. Gigi menjadi sangat sensitif terhadap suhu  panas atau dingin 

  6. Paparan asam lambung berlebih pada kerongkongan yang bisa menyebabkan borok, pecah atau penyempitan

  7. Terganggunya proses pencernaan akibat pencahar, bisa mengakibatkan disfungsi organ pencernaan

  8. Ketidakseimbangan cairan tubuh akibat stimulus zat diuretic secara berlebih

Apabila dibiarkan begitu saja dan tidak segera ditangani dengan baik, maka bulimia nervosa bisa saja berujung pada kematian. 

Tips Mencegah dan Mengatasi Gangguan Makan 

Kalau KALMers sudah tahu akan bahaya gangguan makan seperti bulimia nervosa, maka ini adalah hal-hal yang dapat KALMers lakukan untuk mencegah dan mengatasinya:

  1. Pengakuan kepada diri sendiri. KALMers mungkin mempunyai pemikiran kalau pola makan ini hanya sesaat dan KALMers akan merasa lebih baik nantinya. Terutama setelah KALMers mengalami penurunan berat badan dan punya kontrol lebih terhadap makanan. Tetapi hal itu tidak benar. Langkah awal dalam proses pemulihan bulimia nervosa adalah dengan mengakui kepada diri sendiri kalau KALMers mempunyai hubungan yang terdistorsi dengan makanan.

  2. Tanyakan “Mengapa?” kepada diri sendiri. Kira-kira apa alasan KALMers memiliki keinginan untuk mengurangi berat badan dan mempunyai bentuk tubuh yang lebih kurus? Apakah KALMers sering mengasosiasikan bentuk tubuh yang langsing dengan gambaran yang positif? Sedangkan kenaikan berat badan diasosiasikan dengan kemalasan, penampilan buruk dan ketidak berhargaan diri. Menggali pikiran kita sendiri dapat membuat KALMers lebih mengerti mengapa kita melakukan hal-hal tertentu, seperti contohnya memiliki pola makan yang tidak sehat. Dalam hal ini, kegiatan konseling dapat membantu KALMers untuk bisa menggali pikiran-pikiran tersebut secara sehat. Layanan konseling online bersama KALMselor kami dapat diakses dengan men-download aplikasi KALM.

  3. Pahami bahwa harga diri tidak bergantung kepada bentuk tubuh. Ketahuilah bahwa setiap orang memiliki bentuk tubuh yang berbeda-beda dan tidak ada satu jenis bentuk tubuh yang ideal. Hargai keunikan bentuk dan berat tubuhmu, termasuk hal-hal luar biasa yang dapat tubuhmu lakukan. Lagipula, seseorang tidak hanya dinilai dari bentuk tubuhnya, tetapi juga karakter, talenta dan pencapaiannya. Hindari membiarkan pikiran tentang bentuk tubuhmu menentukan nilai sebagai manusia.

  4. Jadilah pendengar dan pembaca yang kritis terhadap media. Beberapa tahun belakangan ini, gambaran media mengenai bentuk tubuh sudah menjadi lebih beragam dan inklusif. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada beragam media yang menyuarakan bahwa bentuk tubuh yang ideal adalah yang lebih langsing. Jika KALMers, mendapat pesan demikian dari media-media sosial, beranikanlah dirimu untuk tidak membiarkan pesan tersebut membuat KALMers merasa buruk terhadap bentuk dan berat tubuhmu.

  5. Cari informasi lebih mengenai gejala dari jenis-jenis gangguan makan. Seperti yang sudah disebutkan di atas, pemahaman yang benar terhadap gangguan makan akan meningkatkan kesadaran KALMers tentang sikap dan cara pandang yang salah terhadap makanan, pola diet, dan bentuk tubuh. Dengan demikian, KALMers dapat mendeteksi secara dini bila ada gejala gangguan makan dan mengakses bantuan yang diperlukan untuk KALMers sendiri atau orang lain. 

  6. Cari tahu mengenai pola hidup, nutrisi, dan diet yang sehat. Dengan lebih memahami tubuh kita, kita akan lebih mengerti cara merawat tubuh kita dengan baik. Hindari mengkategorikan makanan sebagai makanan yang ‘jahat’ dan ‘baik’. Konsumsilah makanan yang sehat dengan nutrisi yang seimbang sesuai dengan jumlah yang tubuh kita perlukan. Jangan lupa untuk menyediakan ruang pada diri KALMers untuk menikmati makanan.

  7. Cari bantuan profesional bila diperlukan. Bila KALMers merasa seseorang memiliki gangguan makan, dukunglah dia dengan membantunya mengakses bantuan profesional seperti psikolog dan dokter gizi. Bila KALMers sendiri merasa mengalami gangguan makan, jangan takut untuk mencari pertolongan, dan jangan biarkan gangguan tersebut mengontrol diri KALMers.

Inilah sekilas informasi mengenai gangguan bulimia nervosa. Jika KALMers merasa perlu untuk lebih tahu lagi mengenai bulimia nervosa dan gangguan makan lainnya KALMers bisa bicarakan langsung dengan seorang Kalmselor (konselor online KALM) di aplikasi KALM yang bisa didownload di sini. 

Penulis: Kalmselor Dwi Surya Purwanti, M. Psi., Psikolog (Kalmselors Code:DWI-888)

Note: Kamu bisa konseling dengan Kalmselor Dwi lewat aplikasiKALMdan menggunakan Kalmselors Code: DWI-888

Editor: Jessica Delphina, Lukas Limanjaya

Sumber:

Hetty krisnani, Meilanny Budiarti Santoso, Destin putri. (2017). Gangguan Makan Anorexia Nervosa Dan Bulimia Nervosa Pada Remaja. Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat.I Vol. 4 (3): 399-407.

Davidson, Gerrald C, dkk. (2006). Psikologi Abnormal, Edisi 9. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Nevid, Jeffrey S, dkk. (1997). Abnormal Psychology in a Changing world, fifth edition. New Jersey: Rentice Hall.

Halgin, Ricahard P, dkk. (2010). Abnormal Psychology Clinical Perspectives on Psychology disorders. New York: Mc. Graw Hill.

Baca Artikel Lainnya

3 Kesalahan Pasangan Baru Saat Punya Anak Pertama!

Setelah memiliki anak, kehidupan berumah tangga pastinya tidak lagi sama. Tapi ternyata, banyak juga lho pasangan yang belum tau hal ini. Yuk kita bahas lebih dalam kesalahan yang sering dilakukan ...

Takut dan Cemas Ketemu Keluarga Saat Lebaran?

Hari raya lebaran semakin dekat, pastinya ini menjadi momen spesial karena momen langka untuk keluarga besar dan kerabat berkumpul. Namun ternyata berkumpul bersama keluarga besar dan kerabat tidak...

KALM Tips: Cara Berhenti Bandingkan Diri Menurut Kalmselor Grace

Kebiasaan membanding-bandingkan atau social comparison rasanya telah turun temurun dilakukan oleh banyak orangtua yang sering membanding-bandingkan anaknya dengan anak teman atau anak tetangga. Bud...

Temukan topik yang sesuai denganmu

Ikuti update artikel psikologi dari KALM